Greenhost

Gradasi Tema Hijau


0   662
Lintang @ 08 Nop, 2015

Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta. Dari namanya saja sudah pasti sudah dapat berpikiran kalau akan ada sesuatu konsep hijau didalamnya. Entah itu hijau dari warna cat bangunannya, atau hijau dari konsep Go Green yang sedang di gencar gencarkan di era sekarang ini.

Dan benar saja, beberapa hari lalu saya dan tim dari inapinap.com telah mencicipi salah satu kamar dari Greenhost hotel yang terletak di Jalan Prawirotaman II Yogyakarta. Dari tampilan luar saat pertama kali kami datang di depan hotel berbintang ini, saya dan tim sangat terkejut dengan konsep yang sedang dibangun oleh hotel tersebut. Awalnya kami kira bangunan ini belum selesai karena banyak saluran pipa pipa drainase yang masih terlihat, serta tidak ada polesan khusus pada dinding depan bangunan hotel tersebut.

Setelah sampai di lobby hotel, kita disuguhi oleh beberapa instalasi hidroponik yang terlihat di setiap bibir tingkat bangunan. Memang bagus jika semua terlihat hijau serentak. Akan tetapi ketika saya dan tim kesana, entah kenapa ada beberapa tanaman yang sudah mula layu dan tidak terawat. Dan ketidak seimbangan homogen tersebut menurut saya akan membuat ketidak nyamanan pandangan mata saat kita sedang ingin beristirahat dari aktifitas yang melelahkan dihari itu.

Deluxe Room adalah tipe kamar kami malam itu. Kamar yang kuat sekali suasananya dengan tema kayu yang minimalis. Meja, Lemari, Lampu, pintu, semua mebel hampir terbuat dari bahan dasar kayu limbah. Tembok semen, lantai semen, kamar mandi yang cukup luas dengan sedikit fasilitas, akan anda temui disana. Fasilitas seperti sandal ruangan, bathrobe, mini bar, dan beberapa lainnya juga tidak tersedia disana.

Malam hari sambil menikmati minuman yang tersedia direstaurant hotel, kami dan tim dikejutkan dengan pemberitahuan bahwa hotel tersebut besok akan digunakan untuk tempat pengambilan gambar sebuah film. Sudah ada jadwal waktu tertera di dalam selebaran pengumuman tersebut, jadi kami sedikit bisa beradaptasi.

Pagi hari kami di kejutkan dengan suara tukang bangunan yang sedang bermain dengan gergaji dan gerinda, entah itu untuk renovasi hotel atau untuk keperluan setting pengambilan gambar saya dan tim juga kurang tahu. Memang hotel ini begitu bagus konsep yang ditawarkannya dan dekat dengan pusat kota, tetapi jika pagi hari kalian dikejutkan dengan hal seperti itu?? Itu semua menyebalkan.

07:30 pagi. Sarapan di restaurant dengan pilihan menu yang tidak beragam dipagi hari, makanan banyak yang tidak hangat, suara bising dari para pekerja, dan hilir mudik persiapan pengambilan gambar film itu sangat tidak nyaman saya rasakan di pagi hari. Dengan area restaurant yang tidak luas, saya tidak bisa memikirkan bagaimana jika suatu saat semua kamar hotel penuh dan puluhan atau ratusan kepala kelaparan meminta makan dipagi hari.

Fasilitas yang ditawarkan di Greenhost Hotel ini juga tidak banyak yang saya temui. Dari petak petak ruangan yang bersebalah di area hotel tersebut saya hanya menemui restaurant, kolam renang, massage and spa, toko souvenir, dan ruang pertemuan.

Entah kami kurang beruntung menginap dihari itu karena sedang ada proses pengambilan gambar sebuah film sehingga suasanya menjadi tidak kondusif, atau memang sedang dalam tahap renovasi sehingga tidak terlihat kekuatan keseluruhan konsep hotel. Pokoknya hotel ini memang memiliki nuansa tersendiri yang membuat kita serasa menemukan kesejukan oase kecil di tengah kota yang lumayan panas.