Jambuluwuk Malioboro

Hotel Bisnis Semestinya


0   618
Doneeh @ 29 Okt, 2015

Awalnya agak ragu untuk memilih hotel ini sebagai "Hotel Bisnis" pertama yang kita ulas, karena banyak hotel lain yang sejenis di Jogja dan cukup terkenal. Setelah melalui proses seleksi, akhirnya hotel ini menjadi pilihan pertama kami.

Ini pertama kali saya masuk hotel ini, dan ketika memasuki lobi, komentar pertama saya yang keluar adalah "yah..."

The Room

Kami menginap di kamar Superior, kelas kamar yang paling murah disini dengan tempat tidur twin dan pemandangan jendela ke arah jalan Malioboro. Tampak terlihat jelas Hotel Melia Purosani dikejauhan. Kamarnya tidak terlau besar dengan kelengkapan selayaknya hotel bintang 4. Begitu juga kamar mandinya, kecil dengan toilet yang sepertinya di selipkan di sela-sela sempitnya kamar mandi. Kamarnya juga terlihat sangat rapi dengan tema dan furnitur modern minimalis, tapi tidak lantainya yang kelihatan seperti memaksakan. Sekilas semua terlihat rapi dan elegan tapi jika dilihat secara detail, akan terlihat banyaknya kesan terburu-buru dalam penyelesaian.

The Bar

Batik Lounge. Live Music, ok. Rasa, ok. Suasana juga ok. Tapi pelayanannya jauh dari kelas hotel bintang 4. Pesanan terasa sangat lama dan dengan layanan yang datar, hanya ada 2 meja yang terisi tapi staf terlihat sangat sibuk sehingga kami seperti tidak ada. Lewat ya lewat saja, tak ada senyum atau sapa, kecuali saat kita memesan minuman.

The Food

Sarapan kita duduk di luar, di tepi kolam renang anak sambil menikmati suara air yang terdengar sangat indah dipagi hari. Menu disini cukup beragam, ya untuk hotel bintang 4 mungkin standar, tapi pilihan masakannya yang berbeda, seperti saling melengkapi antara masakan satu dengan lainnya. Spesial disini ada Nasi Gurih dengan tumis kerang yang mereka namakan Sego Luwuk. Walau banyaknya jenis makanan dan perpaduan yang hampir sempurna, tidak dengan rasa, rasanya ya... standar, kecuali Nasi Gurihnya yang memang benar-benar gurih.

The Pool

Awalnya agak males untuk nyebur ke kolam karena banyaknya daun-daun dan bunga-bunga yang jatuh ke kolam, tapi mau nggak mau ya nyebur juga. Ada dua kolam renang disini, satu untuk anak-anak dan satunya kolam dengan kedalaman maksimal 1.5m. Airnya lumayan bagus, tidak tercium aroma kaporit, mungkin karena pagi setelah dibersihkan dan mungkin karena kami yang pertama nyebur. Kolam renangnya juga tidak terlihat gersang, kecil memang, tapi dikelilingi pohon-pohon yang membuatnya menjadi adem dan nyaman.

Sebenarnya saya dapet pijat gratis dikamar selama 10 menit, tapi karena waktu check out yang mepet, jadi saya batalkan, mungkin lain kali coba.

 


Untuk kesimpulan saya, hotel ini seperti hotel "textbook", sesuai dengan panduan dan hotel semestinya. Tidak ada yang spesial, bukan berarti tidak bagus. Hotel Jambuluwuk Malioboro Jogja adalah Hotel Bisnis, dan semua yang kita harapakan di Hotel Bisnis, ada disini.

Yang mengecewakan buat saya hanyalah keramahan dan suasana kekeluargaanya yang tidak terasa, senyum jadi terlihat langka disini. Sangat terasa sekali waktu saya sarapan di restoran dengan staf dan koki yang hilir-mudik tanpa ada tegur sapa dan muka yang menggambarkan  "duh semalam begadang, tidur cuma sebentar, harus kerja dulu" atau muka "I’m having a bad night". Hampir diseluruh tempat senyum itu langka, kecuali di meja resepsionis. Diluar semua itu, saya puas dengan pelayanannya, puas dengan pengalamannya dan puas dengan hotelnya.